June 7, 2018

Penggundulan Hutan

Penggundulan hutan, terutama hutan hujan tropis, percepat pemanasan global planet kita.

Dampak Penggundulan Hutan

Dari berbagai keterangan12, penggundulan hutan di hutan hujan tropis lebih banyak berkontribusi menambah kadar karbon dioksida di atmosfer dari seluruh kendaraan bermotor di semua jalan di atas permukaan bumi. Berdasarkan World Carfree Network / Jaringan Bebas Kendaraan Dunia (WCN), kendaraan bermotor mencakup 14 persen emisi karbon global, sementara penggundulan hutan mencakup lebih dari 15 persen emisi karbon global berdasarkan keterangan dari para analis.

Penyebab Penggundulan Hutan

  • Agrikultur
  • Peternakan
  • Penebangan Hutan untuk Kayu
  • Perumahan

Penggundulan Hutan di Indonesia

Penyebab utama penggundulan hutan di Indonesia adalah penebangan kayu legal dan ilegal, serta kebun kelapa sawit. Keduanya berkontribusi dalam hilangnya 48% dari keseluruhan area hutan di Indonesia, atau dengan kata lain 840.000 hektar area hutan digunduli setiap tahun. Laju penggundulan hutan di Indonesia bahkan telah melebihi Brazil (Amazon)3. Penggundulan hutan di Indonesia juga menyebabkan hilangnya habitat dari keragaman fauna. Sebagai contoh, pada awal abad ke-20 silam, terdapat 230.000 orangutan di Sumatra dan Kalimantan. Sekarang, hanya terdapat 70000-100.000 di Kalimantan, dan hanya 7.500 di Sumatra. Lebih parahnya, hanya tersisa 300-400 harimau Sumatra yang tersisa di alam liar, dan badak Sumatra / Kalimantan hampir habis tak bersisa di keseluruhan pulau, hanya tersisa dalam jumlah terbatas (75-85 ekor) di beberapa tempat di Sumatra dan Kalimantan Utara (Serawak, dan sebagian Indonesia). Sungguh memilukan.

Kami perlu menggarisbawahi bahwa industri kelapa sawit, walaupun sangat berguna bagi banyak industri produk konsumen dari makanan ringan hingga sabun, amatlah berbahaya dan telah terbukti telah berkontribusi banyak di dalam membawa berbagai kehidupan fauna dan flora Indonesia di dalam ambang kepunahan.

postpicture

Dengan hilangnya daerah hutan di selatan, timur, dan barat Kalimantan, dan sebagian besar hutan di utara pulau adalah milik Malaysia, perlu dipertanyakan lagi bagaimana kebijakan pemerintah Indonesia dalam memelihara hutan nya, bukan hanya demi kepentingan negara, namun juga untuk keberlangsungan hidup seluruh kehidupan di planet ini. Pemerintah Indonesia belum melakukan hal yang cukup untuk melindungi hutan Indonesia, ini harus berubah.

Yang semakin membuat sulit, di pemerintahan bapak Joko Widodo, infrastruktur adalah tujuan utama. Infrastruktur yang dibangun menggusur wilayah hutan primer dan sekunder pulau-pulau negara Indonesia. Walaupun infrastruktur adalah sarana hal yang baik bagi masyarakat (terutama daerah rural yang tidak pernah terjangkau pemerintah), dan mampu menunjang kesejahteraan ekonomi bersama, akan lebih baik bila ada kebijakan dan langkah konkrit khusus untuk perlindungan area hutan. Pemberitaan tentang lingkungan sangat amat minim diliput di Indonesia, dan belum ada pembuktian yang konkrit kecuali pembuatan fasilitas pembangkit listrik geothermal dari pemerintahan Jokowi yang membuat pengumuman di 2015 untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 29% di 2030. Gimana pak presiden untuk urusan hutan dan satwanya?

By: Vincent Didiek Wiet Aryanto

Cover Image taken from WWF.